Inilah 5 Dampak Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari Jika Dolar Naik di Angka Rp 14rb - Coins Financial

Halaman

    Social Items


Banyak pemberitaan mengenai dolar yang ada di angka Rp 14rb. Bahkan bisa hingga Rp 14.500. WOW...!
Inilah 5 Dampak Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari yang Bisa Kita Rasakan.

Memang setelah kita melihat keuntungan pada artikel sebelumnya. Kini kita bahas dampaknya ya :

Pertama, Kenaikan Harga makanan.
Melemahnya nilai tukar rupiah dan menguatnya dolar akan langsung berdampak pada biaya bahan baku impor untuk makanan. Kemungkinan kenaikan harga jual makanan dan minuman dalam kemasan berpotensi naik, karena bahan pembuatan plastik kemasannya.

Kedua, Suku cadang (sparepart)
Dalam industri otomotif seperti suku cadang atau sparepart kendaraan bermotor yang rata-rata berasal dari impor. Disisi lainnya peluang untuk pemain lokal.

Ketiga, Barang Elektronik akan Naik
Sudah bukan hal yang baru lagi, bila harga elektronik sangat berpengaruh dengan haga dolar. Dengan adanya kenaikan ini maka harga jual tentu akan naik juga.

Keempat, Pakan ternak
Dikutip dari detikcom. Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman menjelaskan, 80% komponen pembuatan pakan ternak disuplai dari luar negeri.
"Industri pakan ternak itu komponen antara 75-80% (impor)..." 80% komponen impor untuk untuk membuat pakam ternak diantaranya yaitu bukil kedelai yang didatangkan dari Argentina dan Brasil, tepung tulang dan daging yang didatangkan langsung dari Newzeland, Australia dan Amerika. Minyak jagung dari Amerika dan vitamin yang didatangkan langsung dari China dan Australia.

Kelima, Produksi terhambat.
Dengan kenaikan dolar ini membuat beberapa pelaku usaha melakukan pelambatan produksi agar biaya lebih efisien.

Mari kita lebih kreatif dengan banyak belajar, karena perubahan akan terus terjadi tinggal bagaimana kita apakah mau tetap diam atau bergerak. Sebelum tersapu gelombang.

Selain kita harus belajar peka dalam melihat peluang bisnis, kita perlu belajar tentang mindset dan strategi dalam Financial Mastery.

Sumber : finance.detik.com

Inilah 5 Dampak Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari Jika Dolar Naik di Angka Rp 14rb


Banyak pemberitaan mengenai dolar yang ada di angka Rp 14rb. Bahkan bisa hingga Rp 14.500. WOW...!
Inilah 5 Dampak Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari yang Bisa Kita Rasakan.

Memang setelah kita melihat keuntungan pada artikel sebelumnya. Kini kita bahas dampaknya ya :

Pertama, Kenaikan Harga makanan.
Melemahnya nilai tukar rupiah dan menguatnya dolar akan langsung berdampak pada biaya bahan baku impor untuk makanan. Kemungkinan kenaikan harga jual makanan dan minuman dalam kemasan berpotensi naik, karena bahan pembuatan plastik kemasannya.

Kedua, Suku cadang (sparepart)
Dalam industri otomotif seperti suku cadang atau sparepart kendaraan bermotor yang rata-rata berasal dari impor. Disisi lainnya peluang untuk pemain lokal.

Ketiga, Barang Elektronik akan Naik
Sudah bukan hal yang baru lagi, bila harga elektronik sangat berpengaruh dengan haga dolar. Dengan adanya kenaikan ini maka harga jual tentu akan naik juga.

Keempat, Pakan ternak
Dikutip dari detikcom. Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman menjelaskan, 80% komponen pembuatan pakan ternak disuplai dari luar negeri.
"Industri pakan ternak itu komponen antara 75-80% (impor)..." 80% komponen impor untuk untuk membuat pakam ternak diantaranya yaitu bukil kedelai yang didatangkan dari Argentina dan Brasil, tepung tulang dan daging yang didatangkan langsung dari Newzeland, Australia dan Amerika. Minyak jagung dari Amerika dan vitamin yang didatangkan langsung dari China dan Australia.

Kelima, Produksi terhambat.
Dengan kenaikan dolar ini membuat beberapa pelaku usaha melakukan pelambatan produksi agar biaya lebih efisien.

Mari kita lebih kreatif dengan banyak belajar, karena perubahan akan terus terjadi tinggal bagaimana kita apakah mau tetap diam atau bergerak. Sebelum tersapu gelombang.

Selain kita harus belajar peka dalam melihat peluang bisnis, kita perlu belajar tentang mindset dan strategi dalam Financial Mastery.

Sumber : finance.detik.com